Home > Petuah Hati > Generasi Patah Hati

Generasi Patah Hati

June 16th, 2009

“Hari ini telah kucukupkan nikmatku untukmu dan kuridhai dia sebagai calon suamimu”

Akhir-akhir ini banyak yang curhat kepada saya te­­­ntang sakitnya rasa patah hati. Mereka selalu mempertanyakan dimana letak manisnya cinta, dimana letak indahnya kasih sayang. Ya terus terang saja saya kurang tahu masalah itu, karena secara pribadi, saya belum pernah menjalin “hubungan” khusus yang seperti mereka isyaratkan.

Sebenarnya jika Mereka berpegang teguh pada tali Agama Allah, Mereka tidak seharunya merasa sakit hati, atau bahkan menderita dengan gagalnya “hubungan” (konteksya bukan pernikahan, ya) yang mereka bina selama ini. Bahkan sebaliknya, mereka harus bersyukur dan bahagia, karena Dia Sang Kuasa, telah menyelamatkan mereka dari jurang kehinaan dan kenistaan (ciye, dalem banget,,).

Lho koq begitu ? Apa dasarnya ? Mari kita kaji bersama..

Dalam Al-Quran Surat An-Nur ayat 26, Dia menegaskan bahwa :

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga)”

Dari ayat tersebut, jika kita merasa menjadi orang yang baik, berarti kita harus bersyukur dong dengan gagalnya hubungan itu, karena sebenarnya kita telah diselamatkan dari orang-orang yang tidak pantas brsanding dengan kita. Dan kita harus percaya bahwasannya akan datang pengganti yang jauh lebih baik seperti janji Allah dalam ayat tersebut. Kita tinggal menunggu waktunya saja.

So, santai saja kawan, Sang Pengatur memiliki rencana lain buatmu. Janganlah kau menderita karena cinta, sebab cinta itu indah, cinta itu tak meyakitkan, cinta itu anugerah. Hanya orang-orang tersesat yang tak dapat melihat indahnya cinta. Kalau kalian tidak percaya cinta itu indah, coba kalian minta petunjuk pada Sang Pemberi Cinta, barangkali yang kalian anggap cinta selama ini adalah sesuatu yang sesat. OK..

Nah bagaimana jika Anda termasuk orang yang kurang baik, naudzubillahimindzalik,, Segeralah bertaubat kawan, hehe…

Mudah-mudahan ini bisa menjawab kegelisahan dan sakit hati teman-teman generasi patah hati. Dan ingatlah pesan saya untuk kita bersama :

“Selama kita memikirkan sesuatu yang membuat kita sakit hati, selama itu pula kita akan mersa sakit hati.”

Tetaplah bersemangat, dunia menantimu, masih banyak yang harus kita kerjakan selain mengejar dan memikirkan cinta. Cepatlah Lulus, ibu menanti di rumah, hehe…

Author: yaya Categories: Petuah Hati Tags: , ,
Comments are closed.