KKN Tematik POSDAYA di Desa Sudalarang
Kuliah kerja nyata merupakan salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia. Pada kesempatan ini, kelompok saya ditempatkan di sebuah desa berkembang, yaitu Desa Sudalarang, Kecamatan Sukawening Kabupaten Garut. Kegiatan KKN ini berlangsung selama 40 hari, sejak 21 Juli 2010 sampai dengan 30 Agustus 2010. Adapun tema yang diusung adalah POSDAYA, yaitu POS Pemberdayaan Keluarga yang meliputi empat bidang utama, yaitu: Bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan dan Kewirausahaan.
Dari keempat bidang kajian tersebut, dua bidang yang menjadi focus utama kami, yaitu bidang kesehatan dan kewirausahaan. Hal ini dilatarbelakangi oleh penemuan permasalahan yang timbul di masyarakat sebagai hasil survey dan identifikasi. Adapun permasalahan tersebut, yaitu:
- Mayoritas penduduk bekerja sebagai kuli bangunan,petani dan pencari kayu ke hutan. Padahal dari hasil pertanian dihasilkan jagung yang cukup banyak. Hal ini terjadi karena belum adanya sector wirausaha yang memanfaatkan potensi keunggulan local.
- Kesadaran penduduk akan pentingnya kesehatan dan makanan bergizi relative rendah. Hal ini terbukti dengan pola hidup sebagian masyarakat yang lebih mengutamakan pembangunan rumah yang megah dibanding mendahulukan pemenuhan kebutuhan gizi, yang akibatnya terjadi gizi buruk.
Dari kedua hal di atas, maka langkah yang dilakukan untuk memecahkan permaslahan tersebut, adalah:
- Melakukan pembentukan wadah POSDAYA untuk diajak bekerjasama dan menjadi kader penerus usaha pemberdayaan keluarga pasca KKN.
- Melakukan penyuluhan kesehatan dan makanan bergizi.
Hal ini dilakukan guna menginformasikan bahwa pola hidup sehat dan makanan bergizi itu tidak harus mahal. Warga cukup memanfaatkan sumberdaya local yang tersedia pun sudah cukup. Terutama dari segi makanan bergizi. - Melakukan lokakarya pengolahan jagung menjadi keripik dan emping jagung.
Mengingat jagung yang menjadi salah satu komoditas desa ini hanya dijual mentah tanpa diolah terlebih dahulu, maka, dilakukanlah lokakarya pembuatan keripik dan emping jagung bagi ibu-ibu dan warga setempat. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan nilai jual jagung sendiri, dan mencoba membuka lapangan usaha baru bagi masyarakat.
Sebagai hasil dari kegiatan-kegiatan di atas, maka terbentuklah POSDAYA Jamberea yang siap meningkatkan pemberdayaan keluarga berbasis keunggulan lokal. Sebagai salah satu tindak lanjut dari program kewirausahaan, dibentuk pula kelompok usaha CENDANA yang memproduksi keripik dan emping jagung. Kelompok ini diharapkan mampu menjadi penggerak bidang usaha keripik jagung dan mampu menyerap tenaga kerja di lingkungan sekitar.
Bagi pembaca yang ingin berkontribusi dan mengembangkan usaha keripik jagung, bisa menghubungi saya melalui email: yayawihardi-et-gmail.com (ganti –e- dengan @). Insya Allah nanti akan saya sambungkan dengan ketua penggerak POSDAYA desa setempat.
Kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan selama kegiatan KKN berlangsung, baik itu pihak LPPM UPI, tim KKN Desa Sudalarang, maupun seluruh aparat pemerintah dan lapisan masyarakat Desa Sudalarang dan Kecamatan Sukawening, Garut.

